Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Tuesday, January 14, 2014


Melayanglah tanpa peduli salah dan benar.
Terbanglah, kepakkan sayap.
Ayah bilang jangan terikat pada bumi.
Lebih-lebih lagi pada manusia yang menghuninya.

Mengapunglah.
Larutan garam akan menyakiti bibir dan kulitmu.
Tapi darinya kau akan dapat kekuatan baru.
Kata ayah jangan berhenti bercakap-cakap dengan alam.
Lebih baik berhenti basa-basi dengan manusia, dibanding harus menjauh dari sungai dan rerumputan.
Belajarlah bahwa ketika kamu mencintai alam, dia akan mencintaimu lebih lebih lagi.
Alam bukan manusia, ayah tersenyum kecut.

Mendayunglah.
Jadilah bebas.
Kata ayah kita bisa hidup selamanya.
Surga dan neraka hanya terkaan manusia intelek.
Kamu boleh percaya atau tidak.
Tapi jiwamu adalah milikmu sampai akhir masa.

Berlarilah.
Biar telapak-telapakmu mencium kerikil dan bebatuan.
Ayah berpesan agar kita tak perlu takut sakit.
Ia bilang kita selalu punya pilihan, hanya terkadang kita lebih memilih hidup penuh penderitaan.
Dibanding lari dan mencari kebahagiaan.

Tidurlah di bawah bintang.
Ayah bilang itu adalah obat untuk setiap permasalahan.
Kamu akan merasa kecil. Lemah. Tidak berdaya.
Kamu akan belajar melepaskan. Merelakan.

Ayah bilang kita adalah harta karun paling berharga. Yang pernah singgah ke hidupnya.
Ayah bilang kita patut merayakan hidup. Mencoba segala sesuatu.

Ayah bilang kita tak perlu takut mati.

[F]

Friday, September 13, 2013

Ngobrol


Tau gak, dulu aku selalu ngambek tiap kali ditinggal mama ngrobrol sama temen2nya. AKu selalu ngrengek2 minta pulang dan gamau nungguin mama. Ya di pikiran anak kecil umur 8 tahun, ngapain coba ngomong-ngomong kok lama bener. Apa yang mau diomongin sampe berjam-jam? Mending pulang, mending main-main, dan nonton tv.

Tapi sekarang aku ngerti kenapa ! Aku ngerti kenapa ngobrol itu bisa sebegitu mengasyikkan. Aku ngerti esensinya ! Percakapan yang sederhana itu kadang bisa begitu menyenangkan, apalagi jika dilakukan sama orang yang tepat. Dan topiknya pun ga harus selalu santai, gak harus selalu berat juga. Bisa tentang apa aja. Mulai dari gosip sampe teori yang dikemukakan para tokoh. I really really enjoy ngobrol sama orang. Dan ada beberapa orang yang enak banget diajak omong. Seems like we have some kind of chemistry in between. There are several persons I wish I could talk to for an entire day nonstop. Hahahaha. Jadi sekarang aku suka banget duduk sama2 dan cerita tentang apa aja. Ga perlu di kafe mewah ato tempat pe-we. Kadang duduk sambil nunggu angkot pun bisa jadi kesempatan bagus buat ngobrol.

Iya, beberapa orang ga ngerti seberapa berharganya percakapan dia sama orang lain. Aku seneng banget kalo bisa ngobrol sama org itu, tapi org itu mungkin ngerasa biasa2 aja karna dia gak dapet apa2 juga dari apa yang diobrolin. But seriously, belakangan ini aku sering ngobrol berjam2 sama orang dan aku dapet banyak banget hal baru, sampe kadang2 aku ga pengen mereka pulang. Hahaha.

Dari kata-kata yang sederhana kita berangkat ke hal yang lebih jauh.
Dari kompilasi kalimat interogatif dan kalimat beritalah kita belajar meneruskan alur cerita.
Dari apa yang kita ucapkan, kita belajar mengenali satu sama lain

Thursday, July 18, 2013


Tanpa judul. Aku selalu kebingungan, setiap kali halaman kosong menyisakan ruang putih yang menunggu piksel warna. Di paling atas, bertengger dengan kegagahan dan ukuran huruf mega. Dan banyak menit terbuang, menunggu otakku mendapatkan asupan yang cukup untuk menelurkan sesuatu.

Tanpa judul. Tanpa pengantar. Tanpa basa-basi. Seperti dongeng yang tak lengkap, seperti lagu yang cacat. Aku tak bisa meramalkan apa yang akan aku tulis di deretan huruf berikutnya, aku tak tahu kemana aku mau mengarah, bahkan tak yakin akan bagian akhir. Aku tak bisa menduga duga, seperti mengumumkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Seperti menuliskan sesuatu yang tak berada di pikiranku sendiri, yang melayang-layang namun kena tangkap tanpa sengaja dan tedeng aling-aling. Maka maafkan tulisanku yang tak berjudul. Melayanglah saja denganku, kita ikuti kemana air dan angin membawa. Tak jelas memang, dan tak selalu berakhiran bahagia. Tapi aku menyukainya. :)

Friday, June 28, 2013

Kata yang Aku Nanti



Tuhan aku bisa menuliskanmu seribu surat
Aku bisa menyanyikanmu puji-pujian yang sedikit sumbang
Aku bisa berlutut hingga tempurung lututku nyeri
Dan aku bisa, dengan penuh iman, mengucap kata dalam doa

aku sering diam terbungkam
Menyimak derik jangkrik yang saling menyahut
Mendengar desau angin yang mendesah lembut
Dengan teliti berharap, di antara banyaknya suara,
Kau membisikkan sesuatu..

Dan aku menunggu, menunggu, masih menunggu...
Aku menunggu Kau mengatakan..
“Aku hanya bercanda”

Monday, June 24, 2013

Question to God


I ask myself a lot of question. I discuss, I argue, I talk a lot with myself.

And all of sudden when I am tired, and overly confused, I ask God.
I discuss, I argue, I criticize Him as if I know what’s right for everyone.

And I’m kinda dissapointed several times, everytime I see handicap-persons, child soldier, extreme-famine-society, people with mental disorder, youngster with cancer, innocent casualties of war, and the list goes on.

I never get it, why God have to put human being in such pathetic situation.
I never get it, why God let them suffer, some for the rest of their life, some for the couple years of war, or the couple months doctor gives them to life.

And God remains silent.

And so everytime I knee down and pray, I try to include all those people in such bright words of prayer, such wishful petition, to simply, flee them from all the anguish. to simply beg God, so He’ll cure all the illness, settle all the wars, heal all the defected, raise all the poor.

And God remains silent.

I frustatingly ask him to answer. God, do you really want this to happen?
All the catastrophes, all the wars, all the illness. God, do you really let it happen?

People getting divorce, abandoning their kids, some even beating them up. The rich getting richer and the poor getting poorer. Christian break their rosary and devotion, slowly walk away from the church. People passing starving skinny child asking for crumbs, or a penny or two. Homeless people in the corner, surviving the winter and minus degrees of weather, the blanket is probably the only thing worthy. And not a single fuck given, not today, more likely not tomorrow, and maybe not even forever.

What can I do God? When I care but most people don’t, where do I have to buy the humanity? In which stores? Or will you, someday, restore it to what Bible calls – the highest creature of God – the human being?

And God, He remains silent.


Monday, June 10, 2013

June in Home


Hai ! Selamat menikmati sepertiga bulan Juni! Aku sedang berada di kehangatan kamar dengan monyet raksasa dan tumpukan buku-buku yang terasa sangat familiar dengan kelima indraku. Mataku agak lelah karena tidak tidur siang dan berlelah-lelah bermain basket di pusat perbelanjaan.

Hai ! Selamat datang separuh tahun 2013! Tega-teganya kamu berjalan begitu cepat. Aku ingat sepertinya baru kemarin aku mendongak melihat riuhnya kembang api yang berkejar-kejaran di pelataran rumah. Ini memang keahlian waktu, menjadi terlalu lambat dan terlalu cepat. Kadang seperti tak ada ukuran eksak yang bisa dirasakan, ketika bicara tentang waktu.

 Ini dia waktu yang sudah aku tunggu-tunggu. Waktu yang selalu aku bayangkan ketika aku duduk termenung di kos, setiap kali aku menguap capek, setiap kali aku acak-acak rambutku melihat tugas yang tercecer, setiap kali aku melihat kalender penuh kegiatan yang harus dilalui. Ini dia, bayanganku yang sedang jadi nyata. Hari-hari yang berlalu perlahan-lahan, kesempatanku untuk melihat matahari terik dan awan biru perlahan ditelan bintang-bintang dan redupnya bulan. Menyaksikan hari perlahan berganti. Tidak sekedar bangun pagi-pagi, dan BAM! Tiba-tiba kembali ke kos ketika matahari sudah menguap mengantuk dan tertidur.
Bisa menjalani hari tanpa perlu seringkali melihat jam tangan, karena tidak ada janji bertemu atau janji untuk rapat kegiatan, tidak juga ada kuliah dan jam pulang mengerjakan tugas. Ah ! biarkan jam tanganku pensiun dulu, dia tertekan menghadapi makianku ketika aku terlambat. Biar kali ini pergelangan tanganku telanjang dan tak terikat rantainya. Dengan simbolik menggambarkan diriku juga yang berlarian bebas tanpa dikejar-kejar detik, menit, dan angka. 

Maka selamat berlibur ! selamat menghimpun kembali energi yang terkuras dan minta diisi kembali. Selamat menikmati proses ketika hari berganti, kesempatan melihat matahari bergulir dari timur ke barat. Selamat setengah tahun! Cheers untuk kerja keras selama 6 bulan ini ! cheers once again, for another 6 months ahead !(:

Sunday, April 21, 2013

02.10


Dengan seribu kata aku mengucap. Tanpa titik, koma, dan tanda tanya aku harap kamu mengerti. Dengan beratus rangkai aku menggabungkan kata dan berharap kamu sudi menerima. Karena apalah aku jika kamu tak melihat. Aku bisa menulis ribuan halaman namun apa artinya jika matamu tak sudi membaca. Aku bisa mendaraskan nyanyian namun apa artinya jika telingamu tak sudi menangkap nada. Aku bisa mengungkapkan ribuan kata adjektif tapi apa gunanya jika kau tak peduli. Aku hanya ingin berbaring dan bercerita. Tentang hidup dan alam semesta. Aku ingin menggambarkan rasi bintang dengan tangan yang telanjang. Dan menghirup wangi rerumputan setelah hujan menyapa. Aku hanya ingin berbincang dan bersuara, hanya ingin menciptakan monolog walau kau ada di dalamnya. Dan kamu tak perlu menanggapi, kamu tak perlu juga mendengarkan. Biar telingamu memutuskan apa yang mau dan tak mau ia tangkap. Tapi duduklah dan temani aku bercerita. Mendongeng tentang segala sesuatu sepanjang malam. Dengan seribu kata aku akan mengucap. Dan jika kau lelah maka tidurlah, biar ragamu dibuai angin dan kegelapan. Aku akan tetap teguh menjaga, sembil tetap mendaraskan kalimat penuh makna. Temani aku saja, aku hanya perlu tahu, bahwa kata-kataku tak pergi sendiri.

Friday, April 12, 2013

Mengagumi


Belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan tentang apa aja. Seperti hari ini, aku belajar dari orang-orang yang aku kagumi. Bukan tokoh terkenal yang sering muncul di media, atau politikus cakap bicara, atau artis bersuara merdu. Mereka ada disini, di dekatku, di kehidupanku sehari-hari. Dengan begitu apa yang kulihat dari mereka bebas dari kecurigaan dan kepura-puraan. Bebas dari tuntutan rating dan ekspektasi masyarakat, mereka mewujud dengan bebas dan dengan apa adanya. Dengan begitu juga aku yakin bahwa setiap manusia pasti punya kelemahan masing-masing. Mereka tidak takut untuk menunjukkannya, tidak merasa perlu menutup-nutupi sesuatu yang sangat manusiawi.

Orang-orang yang aku kagumi itu, adalah orang-orang yang percaya pada kemampuan diri mereka, mereka yang bermimpi besar dan melakukan segala yang mereka bisa untuk mewujudkannya. Mereka yang mengangkat kaki dari comfort zone mereka dan memulai sesuatu yang sama sekali berbeda. Orang bijak berkata, singa tidak akan menjadi raja hutan jika hanya diam di kandang. Manusia pun seperti itu, tidak bisa berkembang jika terus menerus hinggap di dalam zona nyaman.

Orang yang aku kagumi itu, punya determinasi yang tinggi. Mereka mampu dan mau bekerja jauh lebih keras dari orang lain. Mereka yang berani menjadi berbeda, yang menawarkan perubahan dan menentang status quo. Mereka yang tidak takut untuk bicara lantang dan menyuarakan isi pikiran mereka, yang tidak takut untuk dikritik. Karena kritik itu seperti obat. Rasanya pahit dan tidak enak diminum, tapi efeknya menyembuhkan, membuat semua sel-sel bekerja lebih baik. Orang yang tidak bisa menerima kritik biasanya akan diam di tempat dan merasa puas dengan dirinya sendiri.

Orang-orang yang aku kagumi itu, bisa membatasi diri, mereka tahu mana yang baik dan yang tidak baik untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak mudah mengalir ke arus yang salah. Selalu kritis, selalu hati-hati dalam memilih. Pepatah YOLO tidak membenarkanmu untuk melakukan sebanyak mungkin kesalahan dalam hidup.

Orang-orang seperti itu, mereka mengajarkan banyak hal yang harus aku tahu dalam hidup, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya. Tapi menurutku semua orang perlu orang-orang untuk mereka kagumi. Not to copy them, yet to push themselves to be better in each day. Their motivation (:

Sunday, March 31, 2013

Daftar Mimpi


Mimpi adalah yang memberiku napas setiap hari. Yang membangunkan aku setiap pagi dengan semangat baru. Mimpi adalah yang membuatku terjaga kala setiap orang bergulat dengan bunga tidurnya. Mimpi adalah harapan yang diperciki setiap hari agar tak padam. Agar ia tetap disana, agar ia tetap berdiri, agar ia tetap ada, tetap menarik untuk disentuh.

Mimpi adalah doronganku saat melakukan hal-hal gila. Pelumas untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang kadang aku takuti, tapi di akhir jalan tak pernah aku sesali. Mimpi adalah pegas yang memberanikan diri sendiri, untuk tidak menjadi diriku sendiri. Bahwa kadang tidak masalah menjadi sesuatu yang berbeda, keluar dari zona nyaman, dan bebas dari rutinitas sehari-hari.

Mimpi adalah alasanku belajar hingga dini hari. Alasanku berjuang dengan segala determinasi. Alasanku tak bosan bertanya pada orang-orang yang lebih ahli, dan belajar dari mereka. Alasanku untuk tidak pernah menyerah.

Mimpi adalah warna pelangi di dalam hidup yang abu-abu. Setiap hari aku mencoba berjalan, selangkah lebih dekat kepada sang mimpi. Menabung, merasakan susahnya mencari uang sendiri, rajin berkelana di internet, pergi ke tempat yang baru, berkenalan dengan orang-orang yang paling tidak terduga, mendisiplinkan diri, mengambil resiko, menumbuhkan rasa peduli, memandang hidup dengan lebih banyak canda dan tawa.

Semua ini, hanya untuk secarik kertas. Secarik kertas dengan tinta biru, yang terselip di dompet yang telah lusuh. Daftar mimpi yang ingin aku capai. Yang sedang aku tuju.........(:


Monday, March 25, 2013

Matter in Life


take time to learn, read couple good books while sipping the vanilla latte - or whatever kind of latte you like - , empty your schedule for once or twice, just to wander around to the place you've never been before, take time for saying "hi" to people you've befriended one moment back then, encourage youself to do something which completely nuts - or something you completely afraid of - , throwing yourself inside mother earth finest gift - beach, mountain, lake, and woods - , spend time to do some party and have the time of your life, give yourself a break and reward for once in a while, for being such a wonderful and unique person. In the end, those were all that MATTERS in life. (:

Masa UTS


Setelah ini masa ujian berakhir.. masa ujian selalu menjadi masa yang paling menyenangkan. Selama dua minggu yang perlu aku lakukan hanya belajar dan belajar. Sejam setiap hari untuk berpacu menaklukkan soal-soal, menguji seberapa paham aku terhadap apa yang telah diajarkan. Dan tidak ada satu ons tekanan pun yang menghimpitku. Aku bebas belajar sesuka hati, bebas mengerjakan, bebas menumbuhkan niat, bebas akankah ujian atau tetap tidur di kos. Tidak ada tekanan, yang ada hanya kemauan untuk membuktikan diri sendiri. Ingin tahu seberapa kuat tekad manusia bisa diuji. Dan seberapa tahan aku bisa duduk dan bergulat dengan pemikiranku sendiri.

Huaaah.. biasanya aku akan duduk di perpustakaan. Barang sejam atau dua jam. Hanya merasakan kesepian dan ketenangannya, sambil mendengarkan lagu, membaca, dan menulis, dan melamun...banyak orang bilang aku buang-buang waktu, tapi aku tidak bisa memikirkan sesuatu yang lebih baik dari itu. Dia menjadi saat-saat yang aku nanti.

Kemudian pulanglah aku, tidur hingga malam mulai datang. Hingga jarum jam membentur angka delapan. Lelap, lelap sekali. Aku dan sesuatu yang dinamakan “tidur siang” memang berjodoh. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Hahaha! Bagiku dia seperti charger  yang mengisi ulang daya dan tenaga. Kemudian barulah aku menjalankan aktivitas manusia, mandi, makan, dan menonton tivi sejenak, menertawakan kartun sarkastik, tenggelam dengan penyelidikan forensik, bernyanyi keras ketika video lagu diputar. Setelah itu, jarum jam tak lagi berarti.

Karena semakin malam menjelang pagi, aku semakin bersemangat untuk belajar, untuk membaca, untuk memahami. Pikiranku mengoperasikan sel-selnya dengan giat, menyuruhku ini dan itu tanpa henti. Di saat itulah, ketika lampu kamar yang lain telah dimatikan, dan dunia sekitar sunyi senyap, dan angin malam kian rajin menerpa, aku sibuk dengan pelajaranku. Kertas-kertas, stabilo, pensil, dan post it warna warni. Satu sachet kopi instan cukup untuk menemani. Tidak, aku tidak gemar kafein dan daun teh. Aku hanya ingin ditemani segelas hangat minuman untuk mengusir kebosanan. Presentasi di laptop dan kamus di ipod, tak lupa membuat catatan-catan kecil di kanan dan kiri. 
Jika terlanjur jenuh aku akan berdiri dan membaca buku. Beberapa menit cukup untuk berisitirahat, dan meneruskan perjuangan.

Tinggal satu lagi! Ujian terakhir besok! Wish me luck, dan aku tidak sabar menanti masa ujian berikutnya (:

Monday, February 11, 2013

Fish Biryani

Fish Biryani Arabic Style..
Creme brulee yang sangat manis tapi menenangkan..
Jus jambu segar menemani roti pita ala India..
Disantap di ketinggian 11000  meter..
Dan di sampingku aku bisa melihat..
Paparan lapisan awan yang bergumpal seperti kapas..
Ada sayap besi yang lebar dan membentang gagah..
Dan aku menikmati setiap detiknya..
Karena salah satu penemuan manusia yang paling aku suka..
Adalah pesawat :)

Sunday, January 27, 2013

Kesempatan kedua


Jika kamu diberi kesempatan kedua, kesempatan untuk memulai kembali. Apa yang kamu lakukan? Jika waktu bisa diputar sesuai dengan kehendak hatimu, kemanakah kamu akan menuju? Seberapa panjang kamu berharap kembali ke masa lalu? Dimanakah kamu akan berada? 
Jika kamu bisa menarik kata-kata yang pernah kamu ucapkan, termasuk makian dan janji-janji. Jika kamu bisa memberikan apapun yang belum kamu berikan, dan mengucapkan apapun yang belum kamu ucapkan. Jika kamu bisa menemui orang-orang yang telah pergi, dan berpisah dengan orang-orang yang menyengsarakan hidupmu.

Apa yang kamu lakukan ketika kesempatan itu datang?
Aku selalu menunggu-nunggu, dan sering kali dalam hati berdoa, semoga Tuhan berbaik hati memberiku kesempatan kedua. Kesempatan untuk mengulang. Kesempatan untuk mencoba kembali.
Tapi benarkah kemudian hidupku menjadi lebih baik? Kalau aku melakukan ini dan bukan itu, bisakah aku memperbaiki kesalahanku?
Kalau aku mengucapkan ini dan bukan itu, bisakah aku lebih membahagiakan orang-orang di sekitarku?

Benar katanya, hidup itu cuma sekali. Hidup itu buku yang ditulis dengan pena dan tak bisa dihapus. Hidup itu rute perjalanan one-way, there is no return ticket.

Benar katanya, hidup itu pendek. Demikian pendek hingga banyak orang menyia-nyiakannya. Demikian pendek hingga kadang tak terasa, dalam sekejap mata, setepuk tangan, sekelebat langkah, bisa berakhir.

Tapi dalam tiap lembar buku, ternyata tersimpan banyak kesempatan. Banyak cara untuk menghapus dan memperbaiki. Dan ada kesempatan-bukan untuk mengulangi perbuatan- melainkan untuk belajar dari kesalahan. Ada kesempatan-bukan untuk mengulang waktu- tapi untuk mempergunakannya sebaik mungkin. Ada pelajaran baru yang bisa diambil setiap hari. Manusia kadang terlalu terlena, terlambat menyadari betapa baiknya hidup.

Hidup selalu memberi kesempatan kedua. Its called “TOMORROW”. :)



Sunday, January 6, 2013

Hariku dengan Paulo Coelho

Hari ini biarkan aku berdua bersama Paulo Coelho..
Biarkan aku duduk dengan tenang dalam kesendirianku..

Biarkan aku menyesap chocolate frappe-ku yang manis..


Sambil terlarut dalam dunia yang ia ciptakan..

Hari ini biarkan waktu berjalan sesuai kehendaknya..

Sekali-kali aku tak akan melihat jam dan terburu-buru pulang..

Biarkan aku mendalami perenungan dengan beliau..

Biarkan beliau mengajarkan aku sesuatu..

Biarkan aku tersesat dengan kata-katanya yang membius indra..

Hari ini biarkan aku sendiri saja..

Biarkan aku saja bertukar pikiranku dengan Paulo Coelho..

Biar aku sampaikan apa yang membuatku tidak setuju..

Biar beliau sampaikan apa yang beliau maksud ketika menulisnya..

Agar kemudian aku tidak salah tafsir dan salah mengartikan..

Hari ini biarkan menjadi hariku yang tenang dan santai..

Biarkan saja ketika aku terlihat melamun atau terlihat bosan..

Jangan bangunkan aku ketika kadang aku tertidur..

Sambil menggenggam erat warisan abadi Paulo Coelho..

Mungkin aku butuh mengistirahatkan mata..

Aku masih bisa bertemu dengannya, dalam alam mimpi yang tak berdimensi..

Hari ini biarkan saja aku sendiri...

Ada Paulo Coelho yang menemani aku...:)

Dan esoknya.....mungkin Nicholas Sparks, atau Clara Ng, atau Mitch Albom..


Atau kamu...:)

Friday, January 4, 2013

Menulis adalah Cara

Menulis mungkin..
adalah cara terbaik untuk menuangkan rasa..
kata-kata yang mengalir ketika jari bertumpu pada keyboard..
dan pikiran yang terus menerus mengirim pesan..
dan hati yang sedang merasakan sesuatu..
dan mata yang bergerak awas membaca kata-kata yang tertulis..

Menulis mungkin..
caramu mengabadikan diri..
menghidupkan sanubari lagi melalui perenungan..
membaginya dengan orang lain..
orang-orang yang bahkan tak pernah bertemu, bahkan tak pernah mendengar namamu..
tapi bisa merasa terinspirasi, berempati, menghayati...

Menulis mungkin...
cara untuk berubah..
mencairkan kekakuan hasil pemikiran..
agar ia tidak mengendap sia-sia dan mati..
supaya ia hidup, walau tidak utuh, dalam pemikiran orang lain..
dan terus hidup seperti itu..
terus mengalir, menjadi warisan yang tak ternilai..

Menulis mungkin..
cara terbaik untuk membawa perubahan..
karena kata-kata punya kekuatan yang tak terhingga..
karena apa yang kamu tulis..
bisa membawa perubahan..sekecil dan sebesar apapun itu..

perubahan untuk 1 orang..
untuk seisi rumah..
untuk seisi kota..
atau seisi dunia..:)