Showing posts with label couple. Show all posts
Showing posts with label couple. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

00 : 31


Ada pertanyaan yang lebih baik tak terjawab..
Biar saja ia menggantung dan menaruh curiga..
Dan rasa sesak membuncah dalam dadanya..
Ingin mengerti, tapi tidak ingin tahu kenyataannya..
Ada kata-kata yang lebih baik tak terkatakan..
Biar mereka satu per satu bersembunyi dengan rapi..
Biar saja sanubari menjamurkan sesal dan damba..
Namun begini lebih baik..
Hati setiap orang tak akan terluka..
Ada orang-orang yang lebih baik pergi..
Kehadirannya surga,, tapi buaiannya melelapkan indera..
Hati bisa berbunga-bunga dan menangis di saat yang sama..
Biar mereka pergi, biar jejaknya tertinggal..
Begitulah cara kamu mengingat dan mengenang..
Begitulah cara kamu belajar dari rasa sakit..
Begitulah cara kamu menyembuhkan dirimu sendiri..
Dan ketika ia datang, nyerinya mungkin tetap ada..
Ingin kembali, ingin hadir untuknya..
Tapi kamu jauh lebih kuat, tahu mana yang terbaik..
Maka percayalah pada apa yang dilagukan hatimu..
Hati mungkin rapuh, tapi tak pernah salah memilih..

Monday, March 4, 2013

Tunggu Senja Datang


Aku suka senja karena ia mengantarkanmu padaku.
Dan senja pula, yang mengantarkanmu pergi.

Tidak, aku tidak menangis.
Aku tahu, nanti kita bertemu lagi. :)
Tunggu ya, sebentar saja..
Bersabarlah menanti waktu-waktu yang lewat..
Aku juga akan menyibukkan diri..
Supaya menit dan detik terasa laiknya angin..
Sementara itu mari saling mendengarkan..
Aku dan kisahku, kamu dan ceritamu..
Aku tidak akan bosan..
Kamu pun tak perlu terpaksa tertawa..
Kamu bebas menjadi dirimu sendiri..

Dan nanti, ada tanggal yang akan kita nanti-nanti..
Entah di senja yang mana..
Aku dan kamu bisa saling menemukan.. :)

Friday, January 18, 2013

If I were a Boy


Kadang-kadang aku ingin jadi laki-laki. Kadang-kadang aku malas mengurusi segala tetek-bengek yang berurusan dengan aksesori perempuan. Kadang aku malas mengeringkan rambut, memilih baju dengan hati-hati, malas memilih segala jenis parfum, shampoo, hingga pelembap kulit. Aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri, what is it for?

Aku menyadari bahwa kadang aku berpikir seperti perempuan. Ya, aku perhatian pada hal-hal yang kecil. Aku suka mengontrol keadaan. Aku suka melihat anak kecil, dan pita, dan rok yang cantik. Thats it.

Aku ingin jadi laki-laki karena laki-laki “MEMILIH”. Karena laki-laki punya hak untuk memilih pasangan hidupnya, memilih akan jadi laki-laki seperti apa ia ketika dewasa, memilih pekerjaannya, memilih bagaimana ia akan membangun rumahnya. Dan jika ia tidak menikah, apakah orang-orang akan mengucilkannya? Tidak. Dia tenang dalam kehidupannya sendiri. Dia tenang dengan pekerjaannya, bahkan ada kemungkinan dia akan semakin cemerlang. Dia mengontribusikan segala waktunya untuk kebahagiaan dirinya. Untuk prestasi dan kenaikan karir.

Perempuan? Semua orang bilang perempuan punya hak untuk memilih. Tapi tidak, aku tidak merasakannya. Pasangan hidup harus beragama ini, dan harus lebih tua, dan wajahnya harus rupawan, dan mobilnya harus bermerk itu. Karena jika tidak, seakan-akan orang-orang akan memandangmu sebagai perempuan yang tidak punya harga diri, harga jual yang tinggi.

Sebagai perempuan, orang-orang berharap kau akan mengurus rumah tanggamu dengan rajin, mendidik anak-anakmu dengan taat, membersihkan kamar dan menyirami tanaman dengan teratur. Dan jika kemudian ia memilih menekuni pekerjaannya, orang-orang akan menganggapnya tidak pantas, bukan ibu yang baik, haus uang. Is it?  Bukankah semua manusia punya cara tersendiri untuk membuktikan diri? To improve? To develop? Apakah seorang perempuan diciptakan untuk “menghebatkan” seorang laki-laki dan tidak boleh “menghebatkan” dirinya sendiri?

Aku ingin jadi laki-laki karena aku tidak perlu merias wajahku untuk menarik perhatian orang lain. Aku ingin jadi laki-laki karena aku ingin berkata jujur. Aku ingin dihargai karena prestasi dan kerja kerasku, bukan karena lekuk tubuh atau wajah cantik. Aku ingin dihargai dan bebas memilih.

Karena aku punya banyak keinginan menunggu untuk dilepaskan. Its just a matter of gender. Aku ingin naik gunung, aku ingin mengelana nusantara, aku ingin berjalan-jalan di tengah malam di negeri orang. Tapi bisakah seorang perempuan melakukan itu? Iya bisa, di umur yang entah berapa. Mungkin terlalu tua untuk bisa membawa carrier atau mendaki gunung. Karena orangtua tidak ingin perempuan terluka. Karena perempuan yang mengelana di malam hari dicap sebagai perempuan nakal. SOCIETY IS UNFAIR!

Dan aku ingin jadi laki-laki!!


Saturday, January 12, 2013

Last day with you

Hujan. Hujan deras.
Di mobil aku bernyanyi riangDan kamu tertawa-tawa.

Mengira-ngira jalan yang benar.
Karena kau dan aku, kita sama-sama buta.

Tapi akhirnya sampai juga.
Ah, dingin, hujan, taman bermain, lampu warna warni, sweater hangat, dan kamu. Apa yang bisa lebih sempurna? :)


Hari terakhir bersamamu.

Sebelum jarak mengambil alih.

Sebelum menunggu lebih lama lagi.

Biar hari ini menjadi milikku dan milikmu.

Dan kita duduk di terpaan angin yang sejuk.

Tidak mengerjakan apa-apa.

Hanya duduk, bicara, dan tertawa.


Berada bersamamu.

Ada dan bisa menyentuhmu.

Cukup membuatku tersenyum berhari-hari.

Melihat langsung wajahmu.

Dan caramu tertawa.

Dan caramu menyetir.

Dan caramu merangkulku.

Iya, aku rindu :)


Bila Tuhan berkehendak. Dan aku harap begitu.

Semoga waktu mempertemukan kita lagi.

Tidak, aku tidak menangis.

Lihat, mataku kering..

Pipiku tidak sembap lagi..

Aku ingin mengenangmu dengan seperti itu.

Dengan pipi merah dan perut sakit karena terlalu banyak tertawa.

Aku tidak mau menodai hari ini dengan air mata.


Tunggu aku, nanti kita bertemu lagi.

Tempat dan waktu yang berbeda.

Aku, kamu, dan rasa yang sama. :)

Friday, December 28, 2012

Date A Girl Who Reads

Date a girl who reads.

Date a girl who spends her money on books
instead of clothes.
She has problems with closet space
because she has too many books.
Date a girl who has a list of books
she wants to read,
who has had a library card
since she was twelve.

Find a girl who reads.

You’ll know that she does
because she will always have
an unread book in her bag.
She’s the one lovingly looking over
the
shelves in the bookstore,
the one who quietly cries out
when she finds the book she wants.
You see the weird chick sniffing the pages
of an old book in a second hand book shop?
That’s the reader.
They can never resist smelling the pages,
especially when they are yellow.

She’s the girl reading while waiting
in that coffee shop down the street.
If you take a peek at her mug,
the non-dairy creamer is floating on top
because she’s kind of engrossed already.
Lost in a world of the author’s making.

Sit down.

She might give you a glare,
as most girls who read
do not like to be interrupted.
Ask her if she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know
what you really think of Murakami.
See if she got through
the first chapter of Fellowship.
Understand that if she says she understood
James Joyce’s Ulysses,
she’s just saying that
to sound intelligent.
Ask her if she loves Alice
or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads.
Give her books for her birthday,
for Christmas
and for anniversaries.
Give her the gift of words,
in poetry,
in song.
Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings.
Let her know that you understand
that words are love.
Understand that she knows the difference
between books and reality
but by God,
she’s going to try to make her life
a little like her favorite book.
It will never be your fault if she does.
She has to give it a shot somehow.

Lie to her.
If she understands syntax,
she will understand your need to lie.
Behind words are other things:
motivation, value, nuance, dialogue.
It will not be the end of the world.

Fail her.
Because a girl who reads knows
that failure always leads up to the climax.
Because girls who read understand
that all things will come to end.
That you can always write a sequel.
That you can begin again and again
and still be the hero.
That life is meant to have a villain or two.
Why be frightened of everything
that you are not?

Girls who read understand that people,
like characters, develop.
Except in the Twilightseries.

If you find a girl who reads,
keep her close.
When you find her up at 2 AM
clutching a book to her chest and weeping,
make her a cup of tea and hold her.
You may lose her for a couple of hours
but she will always come back to you.

She’ll talk as if
the characters in the book are real,
because for a while,
they always are.
You will propose on a hot air balloon.
Or during a rock concert.
Or very casually next time she’s sick.
Over Skype.

You will smile so hard
you will wonder why your heart hasn’t burst

and bled out all over your chest yet.
You will write the story of your lives,
have kids with strange names
and even stranger tastes.
She will introduce your children to
the Cat in the Hat and Aslan,
maybe in the same day.

You will walk the winters of
your old age together
and she will recite Keats under her breath
while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads
because you deserve it.
You deserve a girl who can give you
the most colorful life imaginable.
If you can only give her monotony,
and stale hours and half-baked proposals,
then you’re better off alone.
If you want the world
and the worlds beyond it,
date a girl who reads.


Or better yet,
date a girl who writes.

-Rosemarie Urquico-